Search results for dunia+fotografi

Management Photography

Management Photography. Guru saya Mr. Philip sering mengingatkan saya dan teman-teman saya soal management. Hal ini perlu sangat diperhatikan dalam bidang fotografi. Jika tidak diperhatikan dan ada yang salah, maka semuanya akan kacau balau. Mari kita pelajari management photography ini lebih detail. Management photography adalah beberapa tahap untuk membuat sebuah karya, dan dalam setiap tahapnya, kita harus sangat memperhatikan yang diperlukan lebih detail agar tidak kecewa dikemudian hari. Tahap-tahap tersebut yaitu :

1. Alat

Sebelum membuat sesuatu, tentu kita perlu alatnya terlebih dahulu, karena jika ada alatnya, baru ide dapat keluar dan hal lainnya bisa dilaksanakan. Alat-alat yang dimaksud adalah kamera, baterai, SD atau CF, lensa, tripod, blower, lenspen, dan lain-lain. Usahakan jika anda ingin memotret, anda jangan lupa untuk membawa alat-alat tersebut. Jika ada satu hal yang kecil saya terlupakan, maka semuanya akan kacau.

2. Ide

Setelah alat tersiapkan semuanya, pasti kita akan mendapatkan ide. Dimana kita akan pergi hunting, dan apa yang akan kita ambil di tempat tersebut. Sebaiknya anda mempersiapkan terlebih dahulu apa yang akan anda lakukan disana, jam berapa pergi, dan jam berapa pulang, kita harus memikirkannya lebih detil, kita juga harus mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada saat hunting. Pastikan alat-alat sudah anda bawa semua sebelum pergi ke tempat hunting.

3. Potret

Setelah tiba di tempat hunting, kini tiba saat yang ditunggu-tunggu. Kita berada di titik climax atas apa yang sudah kita persiapkan, yaitu dengan mempersiapkan alat-alat dan memikirkan konsep foto. Pada tahap ini, anda harus memotret gambar sebaik mungkin agar perjuangan anda tidak sia-sia. Jika anda melupakan sebuah bagian dari tahap satu dan dua, akan terjadi penyesalan besar pada tahap ini. Oleh karena itu, persiapkanlah matang-matang sebelum pergi ke tempat hunting. Gunakanlah konsep-konsep foto yang sudah anda pikirkan pada tahap kedua.

4. Porfolio

Inilah saat yang dunia nanti-nantikan, yaitu tahap Porfolio atau publikasikan. Anda bisa membuat website seperti ini, atau membuat portfolio berupa map berisi foto karya anda dalam ukuran 8R+. Penyesalan pada tahap ini akan terjadi jika anda melakukan kesalahan pada tahap ketiga. Setelah anda membuat portfolio, dunia akan tahu bahwa anda adalah seorang fotografer handal.

Bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang fotografer, dan juga tidak terlalu sulit. Hanya satu cara yang harus diperhatikan, Perhatikan management photography. Jika anda tidak memperhatikan dan melewati sedikit saja, anda akan menyesal. Tetapi jika anda memperhatikan management photography dengan tanpa melewati satu bagian pun, maka anda bisa merasa puas setelah tahap-tahap selesai. Jika anda puas otomatis itu karena karya anda disukai oleh dunia, dan anda bisa menjadi seorang Professional Photographer.

Richard Nathaniel C

Sunny 16 Rule !!

Di dunia fotografi, Sunny 16 rule (kadang-kadang juga disebut sunny f/16 rule) atau aturan sunny 16 adalah salah satu cara untuk memperkirakan eksposure secara tepat tanpa menggunakan pengukur cahaya (light meter).

Aturan ini bisa dipakai apabila matahari bersinar cerah, dengan melakukan pengaturan berikut:

  • Pilih f/16 pada pengaturan rana
  • Pilih kecepatan rana yang nilainya berbanding terbalik dengan kecepatan film. Misalnya, pilih kecepatan 1/100 (atau 1/125) jika kita menggunakan film ASA / ISO 100.

Hari Kamis kemarin, Mr. Philip memberikan saya rumus ini untuk difotokopi dan dibagikan kepada teman-teman di kelas fotografi SDH Junior High School. Saya membuat entri ini supaya orang yang tidak berada di kelas fotografi bisa download gambar ini dan print sendiri. Mudah-mudahan berguna untuk anda. Perhatikan situasi pengambilan gambar, dan cocokan pada rumus diatas, dan atur kamera anda. Diafragma tidak harus 16.

Terima Kasih,

RNC Photograph